Skak Mat Bagi yang Mengkultuskan 4 Pilar Bangsa
Dikirim oleh aan | Pada 28 October,2013 | Dalam Sekitar Kita

Ada
kejadian menarik saat acara Dialog Publik bertajuk ”Pemilu, Golput,
dan Aspirasi Umat Islam Dalam Demokrasi” yang diselenggarakan oleh
Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang Jawa Tengah tadi siang (27 Oktober
2013).
Menanggapi pernyataan dari pembicara pertama yang merupakan wakil
KPUD Jawa Tengah bahwa 4 pilar kebangsaan yaitu NKRI, Pancasila, UUD 45
dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Serta pernyataan pembicara
ketiga dari pengamat politik Universitas Diponegoro yang menyatakan
bahwa saat ini tidak ada satu pun
role model yang bisa sebagai
contoh suksesnya penerapan Syari’ah Islam di dunia ini. Maka sebagai
pembicara yang mewakili aspirasi anti demokrasi, saya sampaikan sebuah
pernyataan yang menyentak dan mengagetkan semua yang hadir.
Jika ada yang mengatakan, “Siapa saja yang menolak 4 pilar bangsa,
silahkan keluar dari NKRI…!!!”, maka saya akan jawab, “100% setuju..!”
Hadirin semua terkejut bagaimana saya bisa mengatakan setuju dengan
pernyataan seperti ini. Saya kemudian melanjutkan, “Namun saya akan
mengajukan satu syarat kepadanya yaitu sebelum saya keluar meninggalkan
bumi Allah Indonesia ini, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan
kepadanya:
- Siapakah yang memberi Anda nafas, rizki, anak, kesehatan dan memberi Anda hidayah menjadi seorang Muslim?
- Siapakah yang menciptakan Anda, menurunkan hujan, menciptakan bumi, mengatur alam semesta ini?
Jika jawabannya bukan Allah, maka Anda sudah murtad, dan jika jawabannya adalah Allah maka saya akan sampaikan kepada Anda:
“Jika hanya karena saya menolak NKRI harga mati dan 4 Pilar
Kebangsaan saja Anda merasa berhak mengusir saya dari bumi milik Allah
ini, maka saya katakan kepada Anda: ‘Anda makan, minum, bernafas dan
hidup dari rizki pemberian Allah, menetap di bumi milik Allah tetapi
Anda menolak berhukum dengan hukum Allah, maka saya persilahkan Anda
tinggal di bumi lain yang bukan ciptaan Allah.’”
Sekarang, siapa dulu yang akan berangkat? Saya atau Anda?